“Tidak ada yang salah dalam mencari investasi dari China atau negara lain. Tapi kemudian ada garis yang harus ditarik ketika datang ke hak asasi manusia,“ katanya dalam komentar di situs berita Malaysiakini.
Mujahid membela tindakannya, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kunjungannya ke China "melibatkan aspek-aspek lain".
Aspek itu termasuk “membangun jaringan kerja sama global Malaysia-China untuk bertukar pandangan dan informasi tentang isu-isu seperti perdamaian, agama,” katanya.
(Rahman Asmardika)