JAMBI - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi kembali menambah jumlah tersangka baru sebanyak 18 orang dari sebelumnya 41 orang, terkait tindak pidana penghadangan, perusakan hingga penganiayaan terhadap anggota TNI dan Polri yang tergabung dalam Tim Satgas Karhutla Jambi, pada 13 Juli 2019.
Para tersangka berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Serikat Mandiri Batanghari (SMB).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Kombes M Edi Faryadi di Jambi, Minggu (21/7/2019) mengatakan, dari hasil penyidikan dan bukti yang didapatkan tim gabungan TNI-Polri dalam mengamankan para pelaku anggota SMB tersebut akhirnya kepolisian menetapkan 59 orang tersangka.
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dibantu TNI awalnya menangkap dan menetapkan 41 tersangka. Mereka berasal dari SMB dari kawasan hutan di Kabupaten Batanghari, Jambi.
Melansir dari Antaranews, ke-18 orang laki-laki itu ditangkap tim gabungan TNI-Polri dari kamp kelompok SMB yang ada di dalam hutan Kabupaten Batanghari yang berbatasan dengan kantor PT WKS di Distrik VIII Kabupaten Tanjungjabung Barat, tempat mereka melakukan aksi.
Baca juga: Diduga Aniaya Satgas Karhutla, 18 Anggota Kelompok SMB Ditangkap
Dari para pelaku itu, pihak kepolisian juga mengamankan dua senjata api rakitan. Kemudian 14 senjata tajam dan empat bambu runcing serta beberapa unit telepon genggam.
Kini sedang dilakukan pemeriksaan dan jika cukup unsur pidananya maka akan dilakukan penahanan untuk para pelaku baru.
Baca juga: Polisi Tetapkan 41 Tersangka Penganiayaan Satgas Karhutla
Tim gabungan TNI-Polri masih berada di lokasi dan sekitar kawasan hutan tempat mereka tinggal dan akan terus berjaga di kawasan tersebut karena masih ada upaya memblokade kawasan di perkantoran dan perumahan PT WKS di Distrik VIII tersebut.
"Mereka masih melakukan tindakan anarkis seperti memecahkan kaca mobil yang melintasi kawasan tersebut, maka Kepolisian dan TNI yang berjumlah sekitar 200 orang masih berjaga di kawasan tersebut untuk mengantisipasi adanya tindakan susulan yang dikhawatirkan bisa mereka lakukan dan polisi akan terus membersihkan kawasan itu," kata Edi Faryadi.