NEGARA - Munculnya keluhan para peternak ayam petelur di Jembrana terkait beredarnya telur afkir disikapi pemerintah daerah. Telur afkir sendiri merupakan telur gagal tetas yang bisa dibilang rusak, memiliki cangkang yang lebih tipis dan mengelupas namun isinya diklaim masih bagus.
Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jembrana, turun ke sejumlah lokasi yang diduga sumber telur yang dikeluhkan itu.
Selain ke pedagang, petugas juga menyasar dua pabrik penetasan telur yang berada di Kecamatan Melaya. Dari pengecekan, petugas mendapati salah satu perusahaan penetasan telur mengeluarkan telur afkir dalam kondisi utuh, tanpa dipecahkan terlebih dahulu.
Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Gusti Ngurah Bagus Rai Mulyawan, seusai pengecekan mengungkapkan di kedua perusahaan penetasan telur itu memang menghasilkan limbah berupa telur gagal menetas atau acap disebut telur afkir. Selain itu juga ada ada mengeluarkan telur tidak layak tetas.