JAKARTA - Sekelompok pemuda melakukan aksi demontrasi di kawasan Balai Kota DKI Jakarta. Namun, para pedemo berusaha masuk ke Balai Kota melalui DPRD DKI Jakarta untuk menyuarakan aspirasinya.
Biasanya demonstrasi dilakukan di depan Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan. Sehingga, petugas keamanan dibuat terkecoh karena pedemo yang berjumlah kurang lebih 15 orang itu datang dari arah Jalan Kebon Sirih lalu masuk melalui Gedung DPRD DK, yang berada di belakang Balai Kota DKI.
Baca Juga: Bakal Ceramah di Klub Malam, Gus Miftah Minta Izin kepada Anies Baswedan
Ketika melihat aksi tersebut petugas keamanan yang berada di area Balai Kota langsung berlari mendekati, dan mencoba mengusir para pedemo tersebut agar menggelar aksi di luar pagar.
Usaha petugas keamanan tersebut malah mendapat perlawanan dari pedemo hingga terjadi aksi dorong-mendorong. Tak mau dipukul mundur oleh petugas, pedemo malah semakin berusaha melakukan perlawan hingga nyaris terjadi adu jotos.
"Woi jangan dorong-dorong dong," teriak salah satu pendemo sambil menujuk petugas keamanan, Selasa (23/7/2019).
Adapun tuntutan dari aksi tersebut beberapa poin. Dalam permohonan itu, mereka mendesak agar Anies mencabut kurang lebih 1.000 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan beberapa waktu lalu.
"Kami mendesak Pemprov DKI menyegel ulang bangunan yang berdiri diatas lahan pulau reklamasi," ujar salah satu orator melalui pengeras suara dalam aksinya.
"Meminta pihak penegak hukum KPK untuk memanggil dan memeriksa Gubernur Anies Baswedan dan kepala dinas yang bersangkutan terkait penerbitan IMB," tambahnya.
Baca Juga: Penerbitan 932 IMB di Pulau Reklamasi, Nasdem DKI Gulirkan Hak Interpelasi
(Arief Setyadi )