Pemotongan Rambut Gimbal di DCF, Peserta Minta Kudangan Handphone hingga Kentut Satu Plastik

, Jurnalis
Senin 05 Agustus 2019 10:37 WIB
Anak-anak peserta pemotongan rambut gimbal di DCF 2019 (Foto: Kemenpar)
Share :

Kesakralan prosesi adat pencukuran pun semakin kental dengan suara gending Jawa dan suluknya. Ada ‘mantra’ yang diucapkan guna mengawali prosesi. Pengantarnya seperti, ‘Sang maha wiku, pangaksama tusadyo, loka pati pitaka, katemah bagya’. Lanjutannya, ‘pangeranku imam banyu putih witapa, banyu abang seka si biyung, adem tan winasa’.

Beberapa doa yang dipanjatkan, seperti ‘ya marani nira maya’ yang berarti dijauhkan siapapun yang akan berbuat jahat. Lanjutannya, ‘ya silapa palasia’ dengan maksud orang yang menyebabkan kelaparan justru memberikan makannya. Atau, ‘jamiroda doramiya’ dengan arti mereka yang suka memaksa justru memberikan kebebasan.

“Ritual Adat Pencukuran Rambut Gembel sangat menarik. Ada warna religi yang kental di sana. Dieng akan selalu hidup dengan beragam tradisinya, termasuk terkait rambut gembel. Ada banyak makna yang bisa dipelajari oleh wisatawan. Sebab, semua yang dilakukan bisa menjadi pembelajaran positif,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya