Muhammadiyah: Kami Merasa Kehilangan atas Wafatnya Mbah Moen

Muhamad Rizky, Jurnalis
Selasa 06 Agustus 2019 10:41 WIB
KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). (Foto: Ist/Twitter)
Share :

JAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah Profesor Dadang Kahmad mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu dikabarkan meninggal dunia saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, sekira pukul 08.17 WIB tadi.

Baca juga: KH Maimoen Zubair Wafat di Tanah Suci Makkah 

"Kami segenap pimpinan dan warga Muhammadiyah merasa kehilangan atas wafatnya Beliau," kata Dadang saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (6/8/2019).

Ia mengatakan, Mbah Moen merupakan sosok ulama yang karismatik dan sangat dihormati oleh semua kalangan. Dadang mendoakan agar Mbah Moen bisa mendapat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Semoga Beliau diampuni kesalahannya, diterima semua amal baiknya, dan husnul khatimah," tuturnya.

Baca juga: Mbah Moen Tutup Usia, Mahfud MD: Beliau Wafat di Tempat yang Dicintainya 

Sebagaimana diketahui, Kiai Maimoen wafat tadi pagi di Makkah dalam usia 90 tahun. Kabar wafatnya Mbah Moen sebagaimana diumumkan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Ia menyatakan mendapat kabar duka ini dari salah satu orang terdekat Mbah Moen.

"Inna lillah wa innaa ilaihi raji'un. Kiai Maimoen Zubeir (Mbah Moen) wafat di Tanah Suci Makkah jam 08.17 WIB tadi. Beliau wafat di tempat yang dicintainya. Saya mendapat kabar langsung berita ini dari Pak Supri, salah seorang terdekat Mbah Moen. Jadi, insyaallah, ini bukan hoax," tulis Mahfud MD melalui akun Twitter-nya, Selasa (6/8/2019).

KH Maimoen Zubair merupakan ulama senior kelahiran Rembang, Jawa Tengah, pada 28 Oktober 1928.

Baca juga: Keluarga Minta Foto Wafatnya Mbah Moen Tidak Disebarkan di Mana pun 

Ia adalah seorang ulama dan politikus. Mbah Moen merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, dan menjabat sebagai ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mbah Moen pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang selama tujuh tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekira delapan tahun.

Baca juga: Mbah Moen dalam Kenangan: Pernah Beri Sorban Hijau ke Jokowi 

Rupanya tenaga dan pikiran Mbah Moen masih dibutuhkan oleh negara sehingga diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya