Ia pun meminta pemerintah agar pencegahann dan pemulihan terduga teroris sebaiknya dikerjakan oleh badan-badan lain yang memiliki kompetensi untuk melakukan hal tersebut.
"Jadi Perpres ini mencerminkan paradigma lama TNI muncul kembali dalam ruang demokrasi kita makanya ini berbahaya," ungkap Choirul.
Choirul juga mendorong masyarakat untuk mengguat Perpres tersebut bila telah diteken Jokowi. "Presiden yang tidak jauh dari gagasan bagaimana membangun TNI yang profesional. Presiden yg jauh dari gagasan membangun negara yang tunduk pada doktrin-doktrin hukum," kata Choirul.
(Edi Hidayat)