Menurutnya hal ini penting karena para guru di lapangan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan hafalan. Tapi juga harus mampu memicu diskusi dan melakukan transfer ilmu pengetahuan dengan cara-cara yang kritis sekaligus menyenangkan.
“Dari aktivitas yang beragam, akan kelihatan kemampuan para guru bekerja sama, berkomunikasi, pemecahan masalah, dan literasi digital. Termasuk kedalaman pemahamannya terkait kebijakan pendidikan, perundang-undangan pendidikan, sampai rasa nasionalisme, dan cinta tanah air,” beber Supriano.
Nantinya dalam seleksi ini juga akan ditentukan pemenang juara I, II, dan III untuk semua kategori lomba. Setiap juara 1,2, dan 3, masing-masing memperoleh hadiah Rp20 juta, Rp15 jut, dan Rp10 juta. Sementara bagi peserta yang tidak memperoleh juara, akan diberikan apresiasi senilai Rp3 juta rupiah karena berstatus sebagai finalis.
“Sebagai hasil seleksi berjenjang, satu provinsi di tiap kategori mengirim satu orang. Artinya yang ikut Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi besok adalah finalis dan juara dari daerahnya masing-masing,” imbuhnya.
(Abu Sahma Pane)