Kopi Garut sangat melegenda di kalangan bangsa Eropa. Ditanam pada ketinggian 1.300 mdpl, kopi ini terdiri dari dua jenis, yakni robusta dan arabika. Meski begitu, kopi Garut kerap dikenal dengan sebutan Kopi Preanger.
“Kopi ini sudah dikenal luas hingga mancanegara. Bahkan dalam perkembangan, kopi ini menjadikan Indonesia sebagai pengekspor terbesar Kopi Preanger,” jelasnya.
Saat ini, kopi Garut dikelola oleh Perum Perhutani KPH Garut. Dari 2002 hingga 2011, lahan kopi Garut bertambah hingga 2.143 hektar. Pengelolaannya dibantu 53 Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Sebanyak 3.050 tenaga kerja pun digerakkan demi majunya kopi Garut.
“Kini, industri kopi Garut semakin berkembang dan membuat banyak pihak swasta mulai melirik potensi ini. Kedai kopi pun mulai bermunculan dan makin menggiatkan para pengolah kopi untuk meningkatkan kualitas,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Budi Gan Gan menambahkan, Garut layak menjadi daerah tujuan wisata. Selain memiliki alam yang indah, Garut juga kaya akan seni budaya. Tengok saja kesenian Badogar, gending karawitan, jaipong, bangreng, dan lain-lain.