Menurut Panglima TNI, pelaku peperangan tidak lagi diidentifikasi sebagai kekuatan militer saja, tetapi pihak-pihak yang memiliki kekuatan fisik maupun non-fisik bisa melakukan peperangan.
“Seperti perang politik, perang ideologi, perang media, perang informasi, perang opini, perang ekonomi atau perang dagang, perang hukum, dan lain-lain,” jelasnya.
Di sisi lain, Hadi menyatakan peran militer masa depan akan lebih banyak selain tugas bertempur. Militer juga melakukan tugas keamanan membantu kepolisian, tuntutan misi kultural membangun pengaruh dan hubungan internasional yang semakin meningkat, seperti pengamanan jaringan logistik, pengamanan obyek vital, pasukan perdamaian PBB, penanggulangan bencana, dan mengatasi aksi terorisme bersama komponen bangsa lainnya.
”TNI adalah tentara profesional yang dibangun untuk mencapai keunggulan-keunggulan secara kapasitas yaitu well educated (terdidik), well trained (terlatih), well organized (terorganisasi), well equiped (dilengkapi kebutuhannya), well lead (terpimpin), dan adaptif.”
Secara kapabilitas, TNI memiliki kemampuan operasi, dapat dikerahkan dengan cepat, dan mampu dibebani berbagai macam tugas. Sedangkan secara kompatibilitas, siap bersinergi dan bekerjasama dengan organisasi yang lebih kompleks.
(Salman Mardira)