“Yang merumuskan keluaran sekolah ya guru. Jadi seandainya tidak ada rumusan, guru bisa merumuskan. Kalau tidak ada kurikulum, tidak ada standar isi yang tersedia, guru bisa membuatnya. Kalau tidak ada sarana-prasarana, guru bisa membikin sarana-prasarana. Nggak ada sekolahan, guru bisa bikin sekolah, sekolah di lapangan juga tidak apa-apa. Apa pun sebetulnya dari 8 standar itu tergantung kepada guru,” ujarnya.
“Bahkan kurikulum yang sesungguhnya itu adalah guru. Totalitas kehadiran guru, baik dari segi penampilan fisik, gestur, ucapan, semuanya itu adalah bagian dari kurikulum, real kurikulum, kurikulum yang sesungguhnya adalah guru,”sambungnya.
Mendikbud Muhadjir berharap para guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti event prestisius ini dapat mengimbaskan positif kepada rekan-rekan pejuang pendidikan.
“Saya harap kehadiran saudara di sini merupakan representasi dari para guru yang terbaik di antara yang terbaik. Masalahnya begitu dapat predikat sebagai guru dan tenaga kependidikan terbaik penuh dedikasi apakah bisa me-maintain, memelihara predikat itu dan menginspirasi guru-guru yang lain,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )