Begini Geliat 7 Gunung Api Paling Aktif di Indonesia Sepekan Lalu

Salman Mardira, Jurnalis
Senin 19 Agustus 2019 09:21 WIB
Ilustrasi (Okezone)
Share :

Gunung Merapi

Pada minggu lalu, gunung api terletak di Jawa Tengah-Yogyakarta itu tidak tercatat erupsi letusan tetapi erupsi efusif dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava pekan lalu masih tetap seperti minggu sebelumnya berdasarkan hasil pengukuran pada 8 Agustus 2019 sebesar 461.000 m3.

Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava dan awan panas guguran (APG). Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar dan APG meluncur ke hulu Kali Gendol.

APG pada minggu lalu terjadi 2 kali yaitu pada 13 dan 14 Agustus 2019 dengan jarak luncur maksimum 950 meter.

Seismogram merekam 81 kali gempa guguran, 2 kali gempa APG, 24 kali gempa mp, 1 kali gempa hembusan, 34 kali gempa lf, 4 kali gempa vulkanik dangkal, 1 kali gempa vulkanik dalam, dan 19 kali gempa tektonik.

Gunung Merapi (Taufik/Okezone)

Gunung Agung

Gunung api di Bali itu tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif selama sepekan lalu. Pengamatan visual selama seminggu gunung terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 50-300 meter dari atas puncak.

Seismograf merekam 4 kali gempa embusan, 4 kali gempa vulkanik dangkal, 6 kali gempa vulkanik dalam, 7 kali gempa tektonik lokal, dan 27 kali gempa tektonik jauh.

Gunung Karangetang

Pada minggu lalu, erupsi tipe efusif berupa aliran lava diikuti guguran lava masih berlangsung dan pada malam hari teramati aliran lava pijar (sinar api) dan diikuti guguran lava keluar dari kedua kawah puncak yaitu kawah utama dan kawah dua Gunung Karangetang, Sulawesi Utara.

Guguran lava meluncur ke lereng baratdaya ke arah Kali Nanitu dan Kali Pangi sejauh 1000-1500 m, ke arah Kali Sense meluncur sejauh 1000-1750 m, dan ke arah barat Kali Pangi sejauh 1400 m.

Seismograf merekam 640 kali gempa guguran, 83 kali gempa embusan, 6 kali gempa hybrid/fase banyak, tremor menerus amplitudo 0.25-10 mm, 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 21 kali gempa tektonik jauh.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya