GAZA – Sebuah ledakan menghantam dua pos pemeriksaan polisi di Jalur Gaza pada Selasa (27/8), menewaskan tiga petugas dan melukai beberapa warga Palestina
Kementerian Dalam Negeri Palestina yang dikelola Hamas (Organisasi Islam Palestina) mengutip Reuters, Rabu (28/8/2019), menyatakan keadaan darurat setelah ledakan.
Serangan ledakan terhadap Hamas, yang memiliki peralatan persenjataan paling kuat di wilayah perbatasan Gaza, jarang terjadi.
Baca juga: Ditembakkan Roket oleh Militan Gaza, Israel Balas dengan Serangan Udara
Juru bicara kementerian dalam negeri, Eyad Al-Bozom, mengatakan pasukan keamanan telah mengetahui dalang serangan, tetapi tidak menjelaskan secara rinci.
"Tangan berdosa yang melakukan kejahatan ini tidak akan luput dari hukuman," kata Bozom.
Seorang saksi mata mengatakan ledakan pertama menghancurkan sepeda motor yang melewati pos pemeriksaan polisi. Dua petugas polisi tewas dan seorang warga Palestina terluka.
Ledakan kedua, kurang dari satu jam kemudian, menewaskan seorang petugas dan melukai beberapa orang di sebuah pos pemeriksaan polisi di tempat lain di kota itu.
Hamas, yang mengambil alih Gaza dalam perang saudara 2007 dengan pasukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menghadapi perlawanan oposisi internal dari gerilyawan Islam yang bersekutu dengan Al Qaeda dan kelompok Negara Islam (ISIS).
(Rachmat Fahzry)