PEKANBARU - Hujan mengguyur Kota Pekanbaru, Riau tadi malam dan pagi ini. Kota yang sudah satu bulan diselimuti asap pekat akibat kebakaran hutan (karhutla) mulai membaik kondis udaranya.
Bangunan dan jalanan yang sebelumnya 'ditelan’ asap kini sudah terlihat jelas. Udara yang sebelumnya menyesakkan dada mulai berangsur membaik.
"Alhamdulliah hujan turun. Hanya Allah-lah yang selama ini bisa memadamkan kebakaran. Walau hujan sebentar udara sudah mulai segar lagi," ucap Andika (38), warga Sukajadi, Rabu (25/9/2019).
Erniwati (43), warga Sidomulyo berharap agar kondisi cuaca Pekanbaru terus menganggu sehingga kabut asap tak mengganggu kesehatan warga.
"Beberapa waktu lalu juga pernah udara sempat baik. Tapi hanya sebentar. Kita berharap pemerintah cepat selesaikan kebakaran hutan dan lahan agar aktivitas warga bisa normal. Hari kita keluar tidak pakai masker lagi, napas tidak sesak," ucap ibu rumah tangga ini.
Namun demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau mencatat hari ini terpantau 157 titik panas (hot spot). Titik panas tersebar di tujuh wilayah yakni Kabupaten Bengkalis dengan 31 titik, Kabupaten Meranti 5 titik, Kota Dumai 25 titik dan Pelalawan 5 titik.
"Wilayah hot spot terbanyak ada di Kabupaten Rohil dengan jumlah 76 titik, Inhi 8 titik dan Siak 1 titik," ucap Prakirawan BMKG Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo.