Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) AKBP Harry Goldenhard membenarkan adanya pencopotan jabatan tersebut.
"Iya benar. Mutasi adalah suatu hal yang wajar dan merupakan proses alami bagi setiap personel Polri," kata Harry saat dikonfirmasi.
Namun, Harry tidak menyebut secara tegas apabila pencopotan Kapolres Kendari itu terkait dengan adanya kasus dugaan penembakan terhadap mahasiswa yang melakukan unjuk rasa.
"(AKBP Jemi dicopot terkait penembakan Randi?) Nggak-lah, (mutasi) itu proses yang wajar untuk pengembangan karier personel Polri dan berlaku kepada seluruh personel," ujar Harry.
Sekadar diketahui, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi (21) tewas dengan diketemukan luka tembak dibadannya. Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan penyidikan dalam kasus itu.
(Awaludin)