Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai, Agus Sudarmadi, yang turut hadir dalam acara launching aplikasi ini mengungkapkan pentingnya penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai.
"Tugas dan fungsi kami meliputi dua dimensi, yakni dimensi pelayanan yang menuntut pemberian layanan terbaik kepada pengguna jasa (cepat, efisien, dan transparan), dan dimensi pengawasan yang menuntut memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi celah-celah kecurangan (fraud) maupun pengawasan atas barang-barang larangan (narkotika, psikotropika, dan sejenisnya) seolah menjadi dua sisi mata uang yang saling berlawanan.
"Pengawasan yang terlalu ketat berpotensi pada layanan yang semakin lambat, karena proses pemeriksaan barang yang begitu ‘rigid’ dan selektif. Sebaliknya, mengutamakan fungsi pelayanan yang menuntut kecepatan juga berpotensi berdampak pada aspek pengawasan yang kurang optimal. Kedua hal tersebut pada akhirnya menjadikan penerapan teknologi informasi dalam tugas fungsi layanan dan pengawasan lagi-lagi menjadi pilihan solusi,” jelasnya.
Agus juga berharap semoga dengan adanya inovasi berbentuk aplikasi SIJANET ini dapat semakin meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa sesuai dengan moto yang dipegang teguh oleh seluruh pegawai Bea Cukai Bandung, yaitu amanah, professional, dan inovatif demi Bea Cukai yang lebih baik. (ADV (Wil)
(Risna Nur Rahayu)