PASURUAN – Pasca-insiden ambruknya atap empat bangunan SDN Gentong di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), aktivitas sekolah diliburkan. Saat ini, para murid juga masih trauma dengan kejadian yang mengakibatkan dua korban jiwa dan belasan luka-luka.
Salah satunya Adinda Lailatul Zahra, siswi kelas III B SDN Gentong, korban selamat dalam kejadian itu. Dia mengaku masih trauma mengingat kejadian atap sekolah yang ambruk dan menimpa teman-temannya.
“Iya masih takut, kayak trauma gitu, kalau ingat kejadian kemarin. Saya takut kalau nanti bakal ada kejadian kayak gitu lagi,” kata Adinda melansir dari iNews.id, Rabu (6/11/2019).
Meski masih trauma, Adinda memberanikan diri datang ke sekolah, Rabu pagi tadi. Dia didampingi keluarga ingin melihat kondisi sekolah pascaambruknya atap empat bangunan Selasa pagi kemarin. “Sekarang memang masih libur sekolah, tapi nanti kalau masuk sekolah lagi, rasanya masih takut,” tuturnya.
Sementara para orangtua murid juga masih khawatir melihat kondisi anak-anaknya. Banyak orangtua yang mendatangi sekolah Rabu pagi tadi untuk melihat kondisi sekolah setelah kejadian kemarin.
Salah satu wali murid, Iwan Nurhidayat mengatakan, anaknya turut menjadi korban saat atap SDN Gentong ambruk. Saat ini, kondisinya sudah berangsur membaik. Namun, anaknya masih syok mengingat kejadian itu.
“Kondisi anak saya Alhamdulillah berangsur membaik, cuma masih syok. Intinya masih trauma, berdiam diri, komunikasinya masih sulit,” kata Iwan.