Rencana awal, revitalisasi ini mencakup pembongkaran Galeri Cipta yang meliputi bioskop XXI, masjid, dan Pos Pemadam Kebakaran. Sementara cakupan yang akan di-upgrade, antara lain Planetarium serta Galeri Graha Bhakti. Sedangkan Teater Besar dan bangunan-bangunan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tidak akan terkena revitalisasi yang peletakan batu pertamanya akan dilakukan pada Juni mendatang.
Dia mengaku, tidak akan menyetujui permintaan PMD Jakpro jika belum ada kejelasan proses pembangunan TIM. Taufik menegaskan, bagaimana tidak kecewa dengan Jakpro, anggaran Rp 1,8 Triliun dan pelaksanannya ditugaskan kepada perusahaan plat merah tersebut progresnya mengecewakan.
’’Ini perencanaan buruk. Jadi mundur. Kalau, seperti ini sulit berikan PMD untuk Jakpro. Lihat saja lah, nanti pas pembahasan Banggar,’’ kata dia.
Sementara itu, ketika Okezone ingin meminta tanggapan terkait pernyataan Taufik itu kepada Corporate Secterary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno, pesan singkat yang dilayangkan wartawan tak kunjung dibalas hingga berita ini dipublikasikan.
(Khafid Mardiyansyah)