MANADO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah laut di sebelah timur Kota Bitung, Sulawesi Utara. Gempa tersebut awalnya diinformasi bermagnitudo 5,1, namun setelah dimutakhirkan menjadi 5,0.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,75 LU dan 126,37 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 km arah timur Kota Bitung, pada kedalaman 10 km," ujar Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko, Jumat (15/11/2019).
Baca Juga: 19 Bangunan Rusak Akibat Gempa M 7,1 di Ternate
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, menurut Mengko, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," kata Mengko.
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Tondano, Tomohon, Minahasa Tenggara, Bitung, Minahasa Utara, Manado dengan skala II MMI atau Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
"Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini adalah rangkaian gempa bumi susulan dari gempa Maluku Utara magnitudo 7,1 yang terjadi pada hari Kamis, 14 November 2019 pukul 23.17.41 WIB," ujar Mengko.
Baca Juga: 2 Luka dan 8 Bangunan Rusak Akibat Gempa 7,1 M di Maluku Utara
Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
(Arief Setyadi )