Penyandang Tunanetra Terperosok, PT KCI Didesak Evaluasi SOP Layanan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Jum'at 29 November 2019 14:33 WIB
Ilustrasi kereta rel listrik. (Foto: Dok @CommuterLine)
Share :

JAKARTA – Buntut peristiwa terperosoknya penyandang sekaligus aktivis tunanetra Muhammadiyah bernama Fazlur Rahman (Alun) di Stasiun Cikini hingga nyaris terlindas kereta rel listrik (KRL), membuat Kementerian Perhubungan dan PT KCI didesak melakukan evaluasi terkait standar operasional prosedur (SOP) layanan bagi disabilitas.

Pihak Pengurus Pusat Muhammadiyah pun menilai kejadian yang dialami Alun jelas akibat adanya kesalahan SOP dalam layanan bagi disabilitas.

Baca juga: Curhat Penyandang Tunanetra yang Hampir Terlindas KRL di Stasiun Cikini 

"Alun tidak mendapatkan panduan yang cukup bagi seorang disabilitas dari petugas yang menemaninya saat naik ke kereta, sehingga menyebabkan terperosok di antara peron dan pintu kereta, dengan masuk setengah badan sampai rel dengan permukaan yang sangat tinggi," kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia PP Muhammadiyah Maneger Nasution, Jumat (29/11/2019).

Akibat kejadian tersebut, Alun mengalami trauma berat hingga mengalami luka-luka, lebam, sakit di persendian dan beberapa bagian tubuh lainnya.

"Sayangnya pasca-peristiwa, petugas tidak menanyakan kondisinya, namun langsung memasukkan dalam kereta. Petugas tidak menawarkan layanan pengobatan dan penanganan traumatik oleh medis kereta api. Alun langsung dinaikkan ke atas kereta dengan kondisi luka dan seakan dipaksa melanjutkan perjalanan dalam kondisi yang syok," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya