Dalam sebuah pernyataan, Komite Perlindungan Jurnalis mendesak Pakistan untuk mencegah protes terhadap surat kabar tersebut agar tidak berubah menjadi kekerasan.
"Orang-orang Pakistan memiliki hak untuk menentang dan berdemonstrasi untuk menentang surat kabar Dawn mengenai liputannya, tetapi mengancam membunuh sudah melebihi batas," kata Kathleen Carroll, ketua dewan di Committee to Protest Journalists melanisr Fox News.
Surat kabar Dawn memiliki sejarah hubungan yang tegang dengan militer negara itu.
Cyril Almeida, seorang jurnalis yang bekerja untuk Dawn, dituduh melakukan pengkhianatan pada tahun lalu setelah mewawancarai mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, di mana Sharif menuduh militer membantu para militan yang telah melakukan serangan teroris Mumbai 2008.
Sedangkan, Abbas pada bulan lalu dianugerahi Penghargaan Kebebasan Pers 2019 oleh Komite Perlindungan Jurnalis.
(Rachmat Fahzry)