"Jadi, kami meragukan bahwa dia (Yusuf Kardawi) meninggal itu akibat luka pertamanya karena pemukulan. Ada dugaan, dia jatuh tersungkur itu karena adanya dugaan penembakan," ujar Kepala Divisi Pembelaan HAM KontraS Arif Nur Fikri dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019 lalu.
Sementara itu, keluarga mahasiswa Randi dan Yusuf Kardawi mendatangi gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 10 Desember 2019 lalu. Keluarga diterima oleh Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa dan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Taufik Basari.
Ayah mendiang Randi, La Sali, meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memecat dan memproses hukum oknum anggota yang telah menembak Randi hingga tewas. La Sali juga meminta polisi transparan dalam mengungkap kasus ini.
"Harapan saya sebagai orangtua almarhum Randi, agar pelaku penembakan dipecat dan dihukum seberat-beratnya. Anak saya tulang punggung keluarga. Saya mohon kepada Kapolri kebetulan orang Sultra Kendari, tahu persis penanganan demonstrasi September kemarin. Semoga tidak ditutupi dan harus transparansi," kata La Sali.
(Arief Setyadi )