JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis resmi melantik Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Listyo disebut memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menuntaskan kasus yang menyita perhatian publik, satu di antaranya adalah teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.
Selain kasus Novel, Listyo juga akan menghadapi momentum Pilkada 2020, yang diperkirakan muncul kasus tertentu yang dibawa ke ranah pidana dan perlu ditangani Bareskrim.
"Paling menyita perhatian publik adalah kasus Novel, selain itu Pilkada Serentak 2020 juga menanti karena seiring kesadaran hukum yang baik, diperkirakan banyak kasus pilkada yang akan dibawa ke ranah hukum, dan tentu saja Bareskrim akan terlibat," kata Pengamat Keamanan dan Intelijen, Stanislaus Riyanta kepada Okezone, Senin (16/12/2019).
Stanislaus menuturkan, Listyo harus mampu mengungkap kasus Novel sebagai tuntutan Kabareskrim yang baru. Kasus ini menjadi berlarut-larut karena tingkat kesulitannya tinggi dan ditengarai kuat unsur politiknya.
"Perlu kecermatan dan tentu saja keberanian untuk mengungkap kasus ini," tukas dia.