Selain merusak rumahnya, Adi mengaku kejadian itu menyebabkan bebek-bebek peliharaannya mati tertimbun. Perabotan di rumahnya juga banyak yang rusak dan tak bisa dipakai.
“Semua rusak, tidak ada yang bisa diselamatkan. Saya juga hampir keruntuhan tembok, kalau saya tidak lari mungkin saya juga tertimbun,” katanya.
Warga menjelaskan bahwa tanggul penahan tanah itu dibangun untuk keperluan pergudangan di atasnya yang meliputi wilayah seluas satu hektare. Akibat kejadian itu warga memilih mengungsi karena takut longsor susulan terjadi.
Hingga malam hari hujan masih mengguyur kawasan tersebut. Warga meminta pemerintah daerah dan perusahaan pemilik gudang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Mereka juga mengaku membutuhkan tenda dan bantuan makanan selama mengungsi.
(Rizka Diputra)