JAKARTA - Profesi sebagai preman memang identik dengan aktivitas kasar dan brutal yang mengancam ketentraman lingkungan. Anehnya meskipun profesi sebagai preman ditakuti dan cenderung dijauhi oleh mayoritas masyarakat, namun tetap ada saja orang-orang yang masih melakukan pekerjaan itu. Tapi tak jarang juga mereka memutuskan untuk berhenti melakukannya dan memilih pekerjaan yang lebih baik.
Mengutip dari berbagai sumber, Okezone coba merangkum kisah preman “pensiun” yang sudah menjauhi dunia kelam itu.
1. Anton Medan
Tan Hok Liang atau biasa disebut Anton Medan adalah mantan perampok dan bandar judi yang kini sudah insaf. Ia bergelut dengan dunia kejahatan sejak usianya masih 12 tahun. Ketika itu, dia sudah menjadi tulang punggung keluarga dan putus sekolah. Anton Medan menjadi anak jalanan dengan bekerja sebagai calo di Terminal Tebing Tinggi. Tugasnya membantu sopir bus untuk mencari penumpang.
Saat bekerja menjadi calo, Anton Medan memukul sopir busnya dengan balok lantaran emosi tidak diberikan upah atas kerjanya itu. Atas kejadian itu untuk pertama kalinya Anton Medan berurusan dengan polisi.
Tidak hanya memuluk sopir dengan balok, Anton Medan pun pernah menyabet sopir bus dengan parang hingga tewas. Awal terjadinya peristiwa itu lantaran Anton Medan dipukuli oleh beberapa sopir bus.
Tak hanya samapi di situ, Anton Medan keluar masuk penjara lantaran aksi premanismenya seperti menjambret, perampok, perdagangan narkoba, dan bandar judi. Selama di jeruji besi, ia hanya satu kali dijenguk keluarganya. Anton Medan pun tidak diterima keluarganya lagi karena ia narapidana.
Dunia hitam itu kini tinggal kenangan dalam dirinya. Anton Medan memutuskan insaf dari segala macam jenis kejahatan. Ia memeluk agama Islam sejak 1992 dengan mengucap dua kalimat Syahadat dihadapan Alm KH Zainudin MZ. Pria kelahiran Sumatera Utara itu kini lebih dikenal bukan sebagai preman. Tapi penceramah dari masjid ke masjid. Tak hanya itu, ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren Atta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.