Menurutnya, hal itu dilakukan karena banyak ruangan kelas dan guru yang perlu dibersihkan setelah diterjang banjir setinggi pinggang orang dewasa.
"Karena masih ada ruangan yang perlu dibersihkan, seperti ruang kantor, ruang guru. Selain itu juga masih banyak arsip-arsip yang terendam. Lalu ruang lab komputer yang belum tersentuh atau belum dibersihkan," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, sebanyak 211 sekolah terendam banjir di Jakarta.
"Total 2.800 (sekolah), jadi jumlah sekolah yang terdampak kemarin, 211 sekolah dari 2.800 sekolah, lalu yang sudah surut airnya dan proses pembersihan itu 208 pertadi malam," kata Anies saat ikut kerja bakti di Kelurahan Makassar, Jakarta Timur.
Anies meyakini bahwa 211 sekolah yang terendam banjir itu akan dapat digunakan pada saat pelajar kembali bersekolah pada Senin 6 Januari 2020. "Hari ini saya yakin sudah semuanya tuntas, jadi Insya Allah 211 sekolah itu sudah semuanya bebas," ujarnya.