Isyaratkan Tak Serang Situs Budaya Iran, Menhan AS: Kami Akan Taati Hukum

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 07 Januari 2020 10:01 WIB
Menteri Pertahanan AS, Mark Esper. (Foto: Reuters)
Share :

WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper pada Senin memberi isyarat yang kuat bahwa militer AS tidak akan melanggar hukum konflik bersenjata dengan menyerang situs-situs budaya Iran. Hal itu disampaikan Esper terlepas dari ancaman yang dilontarkan Presiden Donald Trump mengenai serangan balasan AS.

Diwartakan Reuters, Selasa (7/1/2020), saat ditanya oleh wartawan di Pentagon mengenai serangan ke situs-situs budaya Iran, Esper mengatakan bahwa AS akan “menaati hukum konflik bersenjata”. Saat dicecar dengan pertanyaan apakah dia kemudian tidak akan menargetkan situs-situs tersebut, Esper mengatakan: "Itu adalah hukum konflik bersenjata," tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

BACA JUGA: Komandan Pasukan Elitenya Dibunuh, Iran Bersumpah Balas Dendam pada AS

Menargetkan situs budaya dengan aksi militer dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB yang didukung oleh pemerintahan Trump pada 2017 dan Konvensi Den Haag 1954 untuk Perlindungan Properti Budaya.

Serangan AS yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara yang bermusuhan dan memicu seruan balas dendam dari Teheran.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya