BOGOR - Sulitnya medan ditambah akses jalan yang terputus pasca-bencana longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuat distribusi logistik untuk para korban terhambat.
Jalur udara menjadi solusi untuk mempercepat penyaluran logistik bagi para korban. Tidak hanya helikopter TNI AU, Tim SAR pun kini menggunakan paramotor dan paratrek sebagai transportasi menyalurkan logistik.
"Ada dua unit paramotor dan dua paratrek untuk menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana ke wilayah yang masih terisolir di Sukajaya," kata Koordinator SAR Mapala Jabodetabek Arie Sudarsiman, kepada Okezone, Rabu (8/1/2020).
Arie menjelaskan, ada beberapa desa di Kecamatan Sukajaya yang masih terisolasi lantaran akses jalan terputus, di antaranaya Desa Urug, Desa Kiara Pandak, Desa Kiara Sari, dan Desa Cileuksa.
"Tanggal 2 Januari kemarin itu saya ke Desa Urug lima jam jalan kaki dengan lumpur masih sepinggang. Tapi kemarin kita pakai paramotor hanya sekitar 5 menit saja, jadi menurut saya lebih efisien," tuturnya.
Sebelum terbang, timnya terlebih dahulu meminta izin terbang dari Lanud Atang Senjaya Bogor. Setelah itu, timnya terbang dari lapangan di sekitar posko utama menuju daerah terisolasi.
Paramotor, kata Arie, mampu membawa sekira 50 kilogram bantuan logistik untuk disalurkan. Sedangkan paratrek, bisa mengangkut lebih banyak yaitu sekitar 150 kilogram sekali terbang.
"Kemarin saja kita bisa 15 kali bolak balik angkut logistik. Nanti logistik itu kita drop dengan cara dilempar dari ketinggian ke tempat yang ditandai. Karena tidak ada lapangan untuk landing," jelasnya.
Arie menambahkan, terbang di wilayah bencana tersebut tidak mudah karena kondisi cuaca dan tiupan angin dapat berubah dengan cepat sehingga sangat membahayakan keselamatan sang pilot.
Baca Juga : Anggota Komisi I : Indonesia Berdaulat di Natuna & Laut China Selatan
Baca Juga : Sebabkan Banjir Bandang, DPRD Banten Minta Tambang Ilegal di Lebak Dikontrol
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk menyalurkan bantuan logistik lewat jalur udara. Tim SAR Mapala pun rencanaya akan terus terbang jika masih dibutuhkan.
"Rencana kita (terbang) lima hari, nanti dievaluasi lagi. Jika masih dibutuhkan kita akan terus drop lewat udara dan jika lanjut kita ingin ganti tujuan ke Cileuksa karena di sana juga terisolasi," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)