Meski menyatakan gembira dengan pembebasan Farhan, Menlu Retno juga mengungkapkan keprihatinannya atas situasi keamanan di perairan Sabah, Malaysia. Keprihatinan itu ditekankan terutama setelah terjadinya lagi penculikan terhadap lima nelayan WNI, tak lama setelah Farhan dibebaskan.
Menlu Retno mengatakan telah memanggil Duta Besar Malaysia dan Kuasa Usaha Filipina di Jakarta untuk menyampaikan mengenai penculikan kelima WNI tersebut.
Perairan Sabah memang menjadi wilayah yang rawan penculikan. Tercatat sejak 2016 telah terjadi 13 kasus penculikan dengan 44 korban WNI.
“Oleh karena itu kita mohonkan perhatian kepada Pemerintah Malaysia untuk meningkatkan keamanan di perairan yang menjadi wilayah mereka. Karena kita sudah ada kerja sama trilateral antara Malaysia Indonesia dan Filipina, dan kita memiliki komitmen untuk menjaga keamanan wilayah perairan masing-masing negara,” tutur Retno.
(Rachmat Fahzry)