Tradisi Melepas Burung Pipit saat Tahun Baru Imlek 2571

Fahreza Rizky, Jurnalis
Sabtu 25 Januari 2020 14:09 WIB
Salah satu jemaat saat melepaska ratusan burung pipit (foto: Okezone.com/Reza)
Share :

Tradisi atau ritual fang sheng, kata dia, memiliki makna melepaskan kehidupan. Di sisi lain, ada juga yang menanggap sebagai simbol membuang sial. Pemaknaan itu diserahkan kepada masing-masing yang memaknainya.

"Iya namanya fang sheng. Ada yang bilang buang sial, ada yang bilang membawa kebaikan, macem-macem tergantung orangnya sendiri," tuturnya.

Tradisi fang sheng, lanjutnya, tak hanya terbatas pada perayaan Imlek semata, tetapi bisa pada hari-hari lainnya. Ia pun mengaku berjualan burung di wihara ini setiap hari.

"Tradisi ini sebetulnya gak hanya Imlek aja, tapi juga ada hari-hari lainnya. Cuma ketika Imlek umat yang ngelepasin burung ini memang banyak jumlahnya," jelasnya.

Harga seekor burung pipit disebut Rp1.500. Dia bersama kawan-kawannya menyiapkan 60.000 ekor untuk perayaan Imlek ini. Setiap orang yang hendak melepaskan burung, biasanya sudah diberi paket dalam satu boks berisi 100 ekor burung. Dengan demikian, satu boks burung pipit harganya Rp150 ribu.

"Kita jual seekornya Rp1500. Satu boks ini berisi 100 ekor. Jadi harganya Rp150.000," ungkapnya.

Sebelum melepaskan burung pipit, umat Konghucu terlebih dahulu merapalkan doa di depan dupa. Setelah itu burung dilepaskan ke udara.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya