"Awalnya kabar penculikan IPS beredar melalui video dan viral di media sosial facebook. Tapi iya benar prank lagi," kata Indratmoko kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).
Indratmoko menjelaskan, kasus ini terungkap setelah pihaknya menemukan kejanggalan saat IPS menceritakan penculikan dirinya. "Penyidik menemukan kejanggalan cerita IPS," lanjutnya.
Alasan rekayasa penculikan sendiri, karena IPS mengaku tak mendapat perhatian dari kedua orangtuanya. "Dia mengaku kurang kasih sayang dari orang tuanya terhadap dirinya," tutur Indratmoko.
Indratmoko pun mengimbau kepada warga tidak bermain-main dengan laporan penculikan. Apalagi rekayasa lantaran ada pidananya. "Karena itu ada ancaman pidananya," sambungnya.
(Awaludin)