Karsono menuturkan, ketinggian air yang masuk ke dalam rumahnya mencapai 40 cm. Namun, diakui Karsono, sejak pagi tadi air perlahan mulai surut.
"Tadi jam sembilan malam banjir mulai masuk. Tiap tahun sering kebanjiran. Air ini luapan dari Sungai Ciberes. Sampai sekarang mulai surut. Tapi air masih menggenang," kata Karsono kepada Okezone, Selasa (4/2/2020).
Baca juga: Pasca-Hujan Deras, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Indramayu
Lebih lanjut diungkapkan Karsono, sejumlah warga di Desa Gebangudik merasa khawatir banjir akan kembali lagi terjadi. Pasalnya, setiap kali wilayah itu diguyur air hujan, maka air sungai Ciberes akan meluap dan merendam rumah warga.
Sementara itu diwaktu yang berbeda, Korlap BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan menjelaskan, banjir yang merendam ratusan rumah warga di Desa Gamel dan Desa Sarabau disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai Cikenanga. Tanggul ini tidak bisa menahan debit air menyusul hujan deras sejak sore tadi.