Sementara itu, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian mengatakan, pihaknya menargetkan perbaikan tanah longsor di Tol Cipularang, KM 118+600 selama satu bulan.
Menurut Hedy, pengerjaan tersebut bisa sesuai dengan target asalkan tidak terganggu oleh cuaca ekstrim. "Kalau tidak ada cuaca ekstrem satu bulan sudah tertangani," kata Hedy di lokasi longsor.
Baca Juga : Longsor Kembali Terjadi di Tol Cipularang KM 118
Diketahui sebelumnya, longsor terjadi pada Selasa 11 Februari 2020 malam, sekira pukul 19.00 WIB. Selain menimbun rumah warga, material tanah pun menimbun persawahan.
Lokasi longsoran berada di bawah jalan tol Purbaleunyi, tepatnya di kilometer 118+600 jalur B arah Jakarta. Titik longsor hanya berjarak kurang lebih delapan meter dari titik longsor.
(Angkasa Yudhistira)