Ini Kronologi Pembunuhan Kakak-Adik di Melawi Kalimantan Barat

Ade Putra, Jurnalis
Kamis 20 Februari 2020 10:51 WIB
Ekspose kasus pembunuhan kakak-adik di Melawi. (Foto: Ade Putra/Okezone)
Share :

MELAWI – Misteri pembunuhan kakak-adik di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, telah terungkap. Pelakunya adalah seorang pemuda berinisial D (29). Ia ditangkap di lokasi kejadian.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, D terlebih dahulu dijadikan saksi. Sebab setelah pembantaian kakak-adik SP (18) dan AN (4) pada Senin 17 Februari 2020 malam itu D sempat ganti baju dan mendatangi kembali lokasi kejadian.

Baca juga: Kakak-Adik di Melawi Ditemukan Tewas, Ibunya Kritis

Bahkan D juga membesuk Wt (36), ibunda kedua korban yang dirawat di rumah sakit usai pembantaian sadis itu. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk menunggu Wt siuman, akhirnya didapati keterangan siapa sebenarnya pelaku pembunuhan tersebut.

Satreskrim Polres Melawi kemudian melakukan gelar perkara dan menaikkan status D dari terperiksa menjadi tersangka.

"Saat kami melakukan olah TKP, juga ada tersangka di lokasi. Setelah menemukan cukup bukti, kami menaikkan statusnya sebagai tersangka," kata Kasatreskrim Polres Melawi AKP Primas Dryan Maestro.

Hasil gelar perkara didapati alur cerita dan fakta bahwa motif pembunuhan ini adalah dilatarbelakangi rasa sakit hati D kepada Jnd, suami dari Wt.

Kronologi

Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi pada Rabu 19 Februari 2020 menceritakan penganiayaan berujung kematian itu terjadi pada Senin 17 Februari 2020 sekira pukul 18.30 WIB.

Sebelum peristiwa ini terjadi, pelaku D bertemu Jnd yang akrab disapa Iwan sekira pukul 17.30 WIB. Kedatangan D untuk meminta BPKB motor yang sebelumnya digadaikan sebesar Rp5 juta kepada Iwan. Hal itu dilakukan karena uang yang dipinjam D sudah dilunasi.

Sekira 10 menit mereka berbincang, Iwan dihubungi rekannya yakni Bmb untuk membicarakan perihal sapi. Iwan lantas meninggalkan D dan pergi melihat sapi. Saat itu di rumah hanya ada Wt dan kedua anaknya, Snd dan Syf. D kemudian menunggu di rumah yang terletak di Gang Keluarga itu.

Baca juga: Polisi Bentuk Tim Investigasi Ungkap Kematian Kakak-Adik di Melawi 

Tidak kuasa menunggu, D langsung meminta BPKB yang sudah dilunasi itu kepada Wt. BPKB tersebut ada di kamar. Wt kemudian mengambilnya. Setelah keluar dari kamar, D memukul Wt dengan besi as (tengah) shockbreaker motor.

"Korban (Wt) menjerit lalu pingsan. Pelaku yang kalap kemudian memukul anak korban (Snd). Anak yang kecil (Syf) juga dipukul karena pelaku panik dan kalap," jelas Tris.

Setelah itu pelaku keluar dari pintu depan dan meninggalkan lokasi kejadian. Barang bukti turut ditinggal di lokasi.

Tidak lama kemudian, warga mendatangi rumah Iwan. Korban Snd dan Syf ditemukan berlumur darah di dapur rumahnya. Sementara korban Wt mengalami kritis.

Baca juga: Misteri Pembunuhan Kakak-Adik di Melawi Terungkap, Seorang Saksi Jadi Tersangka 

Iwan yang tadinya bertemu dengan Bmb langsung dihubungi untuk segera pulang. Setibanya Iwan di rumah, istri dan kedua anaknya dilarikan ke rumat sakit terdekat untuk diberi pertolongan medis.

Kakak-adik tersebut tetap tidak dapat diselamatkan. Sementara Wt mengalami luka berat dan harus dirujuk ke rumah sakit di Pontianak.

Sedangkan D usai melakukan pembantaian itu sempat berganti baju dan menyusul ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban. D bahkan mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Pembunuh Kakak-Adik di Melawi Sempat Saksikan Olah TKP Usai Beraksi 

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya