KUALA LUMPUR - Mahathir Mohamad mengklaim Tan Sri Muhyiddin Yassin bukan perdana mneteri Malaysia yang sah, meski sudah dilantik oleh Raja Malaysia Yang Di-Pertuan Agong pada Minggu 1 Maret 2020.
Mahathir mengklaim Muhyiddin tidak mendapat dukungan suara mayoritas dari parlemen Malaysia. Menurut aturan, syarat menjadi PM Malaysia mendapat lebih 50% dari 222 suara di parlemen.
Sebelumnya, pria 94 tahun itu merilisi daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya menjadi PM Malaysia. Namun dia menekankan tidak akan pergi ke Istana Negara untuk menyajikan daftar tersebut kepada Raja Malaysia.
“Saya tidak punya kesempatan untuk mengatakan kepadanya [Raja Malaysia] bahwa Muhyiddin tidak memiliki dukungan mayoritas [parlemen]. Itulah situasinya,” kata Mahathir mengutip The Star, Senin (2/3/2020).
Baca juga: PM Malaysia yang Baru Muhyiddin Yassin Keturunan Bugis-Jawa
Setelah Muhyiddin dilantik sebagai perdana menteri kedelapan, masa jabatan Mahathir sebagai perdana menteri sementara juga berakhir.