Aneh, Wilayah Selo yang Berjarak 5 KM dari Puncak Merapi Tak Tersentuh Abu Vulkanik

Bramantyo, Jurnalis
Selasa 03 Maret 2020 18:41 WIB
Erupsi Gunung Merapi (Foto: Okezone/Bramantyo)
Share :

BOYOLALI - Pasca erupsi Gunung Merapi yang terjadi sekira pukul 5.22 WIB pagi tadi, kondisi daerah di lereng Gunung teraktif di Indonesia ini kembali normal.

Pantauan Okezone, geliat perekonomian di Pasar Cempogo, Boyolali, terpantau kembali aktif. Aktivitas jual beli di pasar sayur terbesar di lereng Gunung Merapi ini terlihat mulai ramai. Begitu pula di Jrakah.

Ada keunikan tersendiri di daerah Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Di Kecamatan yang letaknya hanya 5 KM dari puncak Gunung Merapi, tak terlihat sama sekali bekas Abu Vulkanik erupsi Merapi.

Padahal, daerah ini sangat dekat sekali dengan puncak Gunung. Tak hanya tidak tersentuh Abu Vulkanik, warganya pun mengaku tak begitu panik saat Gunung Merapi ini erupsi.

Muntahan abu vulkanik yang dilepaskan Gunung Merapi, dianggap warga Selo tidaklah separah seperti erupsi 2010 lalu. Saat itu, wilayah Selo merupakan wilayah terakhir yang terkena abu vulkanik.

Meskipun, wilayah Selo merupakan wilayah paling dekat dengan puncak Gunung Merapi.

Baca Juga: Warga Klaten Nonton Bareng ketika Terjadi Erupsi Gunung Merapi

Termasuk saat erupsi kali ini, wilayah Selo kembali tidak tersentuh abu vulkanik. Bahkan aktivitas jual beli di pasar Selo hingga pemerintahan termasuk pendidikan tetap berjalan.

Seperti pengakuan penjual Mie Ayam Mbak Sus, erupsi Gunung Merapi, yang terjadi pagi tadi, justru menjadi tontonan tersendiri bagi warga.

"Suara gelegar erupsi Gunung Merapi cukup keras. Kalau terkejut memang terkejut. Tapi terus terang kami tak takut. Malah warga banyak yang meihat waktu erupsi. Soalnya masih pagi, jadi masih banyak yang di rumah," papar mbak Sus, saat diminta Okezone menceritakan pengalamannya saat erupsi Merapi, Selasa (3/3/2020).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya