Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow sudah mengevakuasi warga terdampak, mendirikan tenda pengungsian serta pos komando di Desa Domisil. Bantuan berupa permakanan juga sudah didistribusikan kepada masyarakat terdampak, baik dari BPBD, dinas sosial dan OPD lain. Masyarakat tetangga pun juga membantu untuk mengirimkan bantuan logistik.
Terkait dengan akses jalan tertutup longsor, pemerintah daerah telah mendatangkan alat berat dan berkoordinasi dengan Balai Jalan Provinsi agar akses menuju dua desa terdampak bisa segera dilalui.
Bupati Bolaang Mongondow sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor dan keputusan mengaktivasi posko tanggap darurat.
BPBD di sebagian besar wilayah Indonesia untuk selalu waspada dan siaga mengingat potensi banjir dan longsor yang masih tinggi. BMKG memprakiraakan beberapa wilayah dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, seperti di Sulawesi Tenggara, hingga Maret ini. Di samping itu, warga juga perlu bersiaga untuk menghadapo setiap potensi bahaya, termasuk dengan penyebaran virus Korona.
(Salman Mardira)