1992-2000
Pada periode ini, Gunung Anak Krakatu mengalami erusi hingga 2000. Erupsi terus-menerus terjadi tahun 20000 dengan menyemburkan abu setinggi 400-800 meter dan leleran lava.
Leleran lava terjadi pada November-Desember 1992, April-Mei dan Juni 1993, Januari, Juni dan Jui 1996.
Leleran lava itu menambah daratan pulau. Material yang disemburkan selama itu berupa ava dan material lepas adalah 22 juta m3 dan penambagan daratan 380.000 m2. Tinggi Gunung Anak Krakataun mencapai 305 m dml.
2001-2010
Gunung Anak Krakatu mengalami erupsi abu pada 5 Juli. Pada 2005, gunung api ini mengalami erupsi pada 24-26 September.
Selanjutnya pada 20-22 Oktober 2007, Gunung Anak Krakatau mengalami aktivitas kegempaan yang meningkat. Pada 23 Oktober 2007, saat terjadi erupsi, mengakibatkan lubang letusan baru di dinding selatan Gunung Anak Krakatau.
Erupsi juga terjadi pada 2008. Letusan abu diserray lontaran pijar dengan ketinggian 100-500 meter terjadi April.
Pada Oktober 2010, Gunung Anak Krakatu mengalami letusan abu dengan ketinggian asap berkisar 100 hingga 1.700 meter.
2018
Pada Juni-Desember 2018, Gunung Anak Krakatu mengalami erupsi. Letusan pertama terjadi pada 18 Juni sebanyak 576 kali dan 30 Juni sebanyak 745 kali.
Bulan selanjutnya pada 3 sampai 4 Juli 2018, mengalami erupsi sebanyak 227 kali mengeluarkan abu pasir dan lava pijar yang keluar dari kawah.
Pada 3 Agustus 2018 tepatnya di Gunung Selat Sunda terjadi 227 kali letusan yang melontarkan abu, pasir dan lava pijar. Sehingga memasuki zona bahaya dengan tinggi kolom mencapai 100-200 meter. Bulan selanjutnya, 25 September 2018 Anak Krakatau meletus sebanyak 99 kali muntahan lava pijar sampai ke laut.
Kemudian, pada 5-6 Oktober 2018 sebanyak 348 kali letusan erupsi setinggi 100-200 meter yang berstastus waspada (level II) karena adanya sinaran api dan dentuman dari Anak Krakatau.
Letusan kembali terjadi pada 10 November 2018 sebanyak 185 kali dengan ketinggian 300-800 meter. Pada akhirnya, 22 Desember 2018 sekira pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau memuntahkan tiang debu setinggi 1.500 meter di atas puncak. Letusan Gunung Anak Krakatau ini pun memicu bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda. (erh)
(Amril Amarullah (Okezone))