PALEMBANG - Seorang pria asal Palembang, Sumatera Selatan bernama Pramos (41), yang bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu instansi Pemrov Sumatera Selatan, nekat membunuh Ahmad Yoga Maydiko (33 tahun), yang tak lain adalah teman sekantornya. Alasanya, pelaku kesal karena korban sering menggoda istrinya dengan mengirim pesan mapun video mesum.
Kapolsek Ilir Timur I, Palembang, Kompol Deni Triana, mengatakan pelaku dan korban merupakan teman satu kantor sebagai honorer di salah satu dinas pemerintahan. Pelaku ini kesal kepada korban yang kerap menggoda istrinya yang juga bekerja di tempat yang sama.
Dijelaskan Deni, peristiwa ini berawal sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku saat itu mengetahui jika korban kembali menggoda istrinya. Padahal sebelumnya pelaku sudah dua kali memperingati korban untuk menghentikan ulahnya itu.
"Dari keterangan pelaku, dia sudah dua kali minta maaf kepada korban dan memintanya untuk tidak mengulagi, tapi ternyata masih dilakukan. Puncaknya korban kesal dan pulang ke rumah untuk mengambil pisau, dan kembali ke kantor mencari korban," katanya
Saat tiba di kantor sekitar pukul 12.00 WIB, kata Deni, pelaku terlebih dahulu mengintai keberadaan korban melalui kamera CCTV. Lalu, saat kantor dalam keadaan sepi pelaku langsung menemui korban. Saat itu keduanya sempat terlibat cekcok mulut.
"Tersangka yang emosi langsung menusukkan pisau yang dibawanya ke perut korban. Melihat korban terjatuh, pelaku kembali menghujamkan tusukan kepada korban hingga empat kali," katanya.
Deni melanjutkan, usai melakukan perbuatan itu pelaku yang tercatat sebagai warga Jalan Swakarya 2, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I, ini menyerahkan diri ke polisi. Sementara korban sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit RK Charitas Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis, namun akhirnya meninggal dunia.
"Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, dan akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," katanya.
Ditempat terpisah, Pramos mengaku nekat membunuh karena kesal dan dan khilaf atas tindakan yang telah dilakukan korban. Menurutnya, korban kerap menggoda istrinya dengan mengirimkan chat maupun video mesum melalui Whatsapp sejak Desember 2019.
"Saya sudah dua kali menemui korban meminta maaf dan memohon agar jangan menggoda istri saya, tapi korban justru bilang susah karena satu kantor," katanya.
Dan saat kejadian korban ini masih saja menggoda istrinya. Sehingga dirinya pun pulang untuk mengambil pisau dan kembali ke kantor untuk mencari korban. Saat itu, pelaku khilaf dan langsung menusukkan pisau yang dibawanya ke perut korban.
"Saya sudah kesal, jadi langsung saja saya tusuk perutnya. Saat dia (korban) jatuh saya tusuk lagi di perut dan punggungnya," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)