MAKASSAR – Perekonomian warga Sulawesi Selatan turut terimbas oleh virus corona atau covid-19. Aktivitas ekonomi yang lesu menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan dan berkurang pendapatannya.
Hal ini mendorong DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan turun tangan meringankan beban warga dengan menggelar pembagian sembako berupa 200 paket beras tahap pertama.
Bertajuk 'Perindo Peduli Covid-19', aksi sosial ini digelar pada Minggu 26 April 2020. Bertempat di kawasan Jalan Nuri, Kelurahan Bontorannu, Mariso, Kota Makassar.
Ketua Tim Posko Bantuan dan Relawan Perindo Syafri Djafar mengatakan sebanyak 200 paket sembako yang masing-masing berisi 5 kilogram beras dibagikan kepada masyarakat Bontorannu.
"Hari ini kita bagikan ke warga RW 04 dan 05, khususnya yang tidak mampu dan para pekerja yang dirumahkan karena dampak dari covid-19," katanya.
Sehari-hari warga penerima bantuan bekerja sebagai buruh bangunan, pegawai toko, kedai kopi, janda, dan masyarakat kurang mampu lainnya.
"Rekan-rekan warga antusias dan berterima kasih atas kesigapan Perindo yang peduli dan saksama mencermati kondisi sesama di lingkungan terdekat," lanjut Syafri yang juga anggota DPC Perindo Kecamatan Mariso ini.
Bahkan, aksi serupa masih akan digelar pada Senin sore di tempat yang sama yang ditujukan bagi warga RW 05 lainnya. Pihaknya juga bakal menyalurkan paket sembako ke RW 01, 02, dan 03 Kelurahan Bontorannu.
"Di posko, kami siap sedia membantu. Masyarakat yang ingin memasak tapi kesulitan bahan pokok, silakan datang. Tanpa syarat," ujar Syafri.
Gerak cepat ini, imbuhnya, dipacu oleh semangat kemanusiaan. "Juga karena merupakan arahan dari Ketua DPW Perindo Sulsel Bapak Sanusi Ramadhan agar kader Perindo sebagai tulang punggung partai harus membantu masyarakat. Membantu masyarakat ini juga sekaligus wujud membantu pemerintah," tegas dia.
Selain penyerahan bantuan sembako, pengurus dan kader Perindo Sulsel juga aktif melakukan sosialisasi pencegahan virus corona. Semua langkah ini diharapkan meminimalisasi dampak terhadap ekonomi warga dan memutus mata rantai persebaran virus tersebut.
(Hantoro)