Kekerasan terhadap Perempuan & Anak Meningkat Selama Wabah Corona

Fahreza Rizky, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 14:54 WIB
Ilustrasi anak-anak tengah bermain/Foto: Humas Pemprov DKI
Share :

"Layanan ini sangat dibutuhkan pada situasi yang sulit ini. Tentunya akan memberi tempat bagi perempuan apakah korban KDRT, perempuan pekerja migran, perempuan disabilitas, dan anak yang butuh perlindungan khusus seperti anak korban kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, dan penelantaran baik secara online atau offline," jelas Bintang.

Sementara itu, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan ancaman tekanan psikologi di masa pandemi corona dibuktikan dengan banyaknya jumlah aduan kekerasan dalam rumah tangga. Selama 16 hingga 30 Maret 2020 terdapat 59 kasus kekerasan seperti perkosaan, pelecehan seksual dan pornografi online.

"Di antara kasus tersebut, 17 di antaranya adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," imbuh Mantan Panglima TNI itu mengutip data dari LBH APIK.

KDRT sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Menurut Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres, meningkatnya tekanan sosial dan ekonomi akibat pandemi corona menyebabkan peningkatan kasus KDRT di dunia.

"Di Prancis hingga satu per tiga kasus dalam seminggu. Afrika Selatan ada 90.000 kasus pengaduan KDRT. Australia menyatakan peningkatan pencarian online terkait layanan bantuan KDRT hingga 75 persen pasca-pandemi," tutur Moeldoko.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya