"Saya baru mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp200 juta, kalau barangnya sudah sampai baru saya lunasi,” ujarnya.
Setelah berapa hari ditunggu dan alat tak kunjung datang pada waktu yang dijanjikan, korban pun mendatangi rumah pelaku. Namun rumah pelaku ternyata sudah kosong.
"Sudah saya coba hubungi dan mendatangi rumahnya, namun pelaku bersama keluarganya sudah tidak ada lagi. Dengan tetangga sekitar, rumah pelaku saya tanya, mereka pada tidak tahu,” jelas Herman.
Akhirnya setelah menunggu beberapa hari dan tidak berhenti mencari pelaku, korban akhirnya melaporkan kasu penipuan ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
"Semoga pelaku segera ditangkap dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya telah menipu saya,” tegasnya.