SEOUL - Pemerintah Korea Selatan berencana untuk menghentikan orang-orang yang mengirim balon dengan pesan anti-Korea Utara melintasi perbatasan.
Pengumuman itu muncul setelah pada Kamis (4/6/2020) Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengatakan bahwa pengirim balon-balon itu adalah "sampah manusia" dan Korea Selatan harus dimintai pertanggungjawaban.
Dia mengancam akan membatalkan pakta militer tanpa permusuhan antara kedua negara, menutup kantor penghubung Utara-Selatan, dan menarik diri dari kesepakatan Taman Industri Kaesong jika pengiriman balon tidak dihentikan.
Selama bertahun-tahun, para aktivis dan pembelot telah mengirim pesan yang mengkritik Korea Utara dan kepemimpinannya melintasi perbatasan. Namun pemerintah Korea Selatan mengatakan balon itu menyebabkan "ketegangan".
Salah satu kelompok pembelot mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak punya rencana untuk berhenti, dan telah memesan satu juta selebaran lagi.
Di masa lalu, balon juga membawa uang kertas, dan bahkan cokelat.
Pada 2014 tentara Korea Utara berusaha menembak jatuh balon-balon itu, yang justru menyebabkan baku tembak di seberang perbatasan.