MEDAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Medan kesulitan mendapatkan donor darah selama Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Akibatnya, stok berkurang sangat signifikan.
Ketua PMI Kota Medan Musa Rajekshah mengatakan, penurunan stok darah di markas PMI Medan mencapai 80 persen. Jika biasanya stok darah bisa mencapai 1.000 kantong, saat ini hanya 174 kantong saja.
Ijek, sapaan akrab Musa Rajekshah, mengatakan pihaknya dapat memaklumi sikap masyarakat yang enggan mendonorkan darahnya saat pandemi ini. Terlebih karena adanya kekhawatiran tertular Covid-19.
“Selama pandemi masyarakat berkurang keinginan dan minatnya untuk mendonorkan darah mereka. Akibatnya stok kita terganggu. Posisi 7 Juni hanya 174 kantong. Padahal normalnya bisa mencapai 1.000 kantong,” ujar Musa yang juga menjabat Wakil Gubernur Sumatera Utara, Senin (8/6/2020).
Meski begitu, Ijek menuturkan pihaknya akan terus berupaya mencari sumber-sumber darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara, di Medan pada khususnya.