Berbicara pada Jumat, Morrison mendesak bisnis, terutama penyedia infrastruktur dan layanan, untuk meningkatkan pertahanan teknis mereka, demikian diwartakan BBC.
Tahun lalu, partai-partai politik utama dan parlemen Australia dihantam oleh "intrusi jahat" pada jaringan komputer mereka yang dilakukan oleh "aktor negara yang canggih".
Menurut laporan Reuters, badan intelijen Australia mencurigai Kementerian Keamanan Negara China melakukan peretasan pada 2019. Namun, Canberra menolak mengomentari laporan itu.
Meski Morrison menolak untuk menyalahkan siapa pun, media Australia dipenuhi spekulasi bahwa China mungkin merupakan tempat asal serangan itu.
Ketegangan antara kedua negara memuncak dalam beberapa pekan terakhir, dengan yang terbaru terkait teguran China atas tuduhan Pemerintah Australia bahwa Beijing telah menyebarkan disinformasi tentang pandemi virus corona di media sosial.
(Rahman Asmardika)