Pihak berwenang mencatat bahwa amphetamine yang dimaksud datang dalam bentuk tablet captagon, obat yang biasa digunakan oleh Daesh karena memberi pengguna delusi keagungan yang menghambat rasa takut dan sakit.
Kejadian itu terjadi dua pekan setelah sekelompok teroris yang didukung asing dilaporkan ditangkap selama operasi Tentara Suriah dan otoritas lokal di pedesaan dekat Damaskus. Berdasarkan laporan Sputnik, dalam penyitaan itu ditemukan puluhan senjata dari senapan hingga rudal antitank, dan lebih dari 100 kantong besar narkotika, yang diyakini sebagai tablet captagon..
Kapal itu tiba di Yunani dari Suriah sebelum menuju ke China untuk menghindari kecurigaan sebelum obat-obatan itu dijual di Timur Tengah.
CBS News melaporkan, captagon pertama kali dikembangkan oleh para ilmuwan untuk mengobati depresi, hiperaktif, dan gangguan lain pada 1960-an, tetapi sejak itu telah dilarang di seluruh dunia karena sifatnya yang membuat kecanduan.
(Rahman Asmardika)