Imbas ditiadakannya CFD di kawasan Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI hanya menyediakan jalur sepeda sementara. Sedangkan volume kendaraan tetap ada di ruas jalan tersebut.
Namun rupanya wilayah itu masih jadi primadona bagi warga Jakarta untuk berolahraga sehingga kepadatan tak terelakkan. Atas hal ini, Pemprov DKI berjanji akan mengevaluasinya.
“Tentu akan kami lakukan evaluasi dan hasil evaluasi akan dilaporkan ke gugus provinsi dalam hal ini pak Gubernur, untuk kebijakan ke depan seperti apa sehingga asspek keselamatan keamanan dan kenyanaman warga baik itu yang berlalu lintas maupun pesepeda dan jalan kaki bisa dioptimalkan,” jelas Syafrin.
Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dalam beberapa waktu ke depan. Akibatnya, pelaksanaan CFD dibagi ke 32 titik demi mencegah kerumunan untuk mencegah penularan virus corona.
(Rahman Asmardika)