JAKARTA - VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba memastikan bahwa pria yang tergeletak di Kereta Rel Listrik (KRL) No.1575 relasi Bogor-Angke, Senin 6 Juli 2020 telah mendapat pertolongan dari petugas pengawalan kereta (walka).
"Petugas walka PT KCI yang berdinas pada perjalanan KRL No.1575 relasi Bogor-Angke menolong pengguna KRL yang terjatuh lemas di dalam KRL pada Senin (6/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB," kata Anne dalam keterangannya kepada Okezone, Selasa (7/7/2020).
Baca juga: Seorang Pria Tergeletak di Gerbong KRL Commuter Line Stasiun Manggarai
Setelah melakukan koordinasi dengan petugas di Stasiun Manggarai, Petugas PKD (pengamanan) yang berada di Peron 5 Stasiun Manggarai membawa penumpang tersebut dalam keadaan sadar dengan menggunakan tandu menuju Pos Kesehatan di Stasiun untuk diberikan pertolongan pertama dan dilakukan pemeriksaan.
"Setelah penanganan yang dilakukan petugas pos kesehatan KCI, pengguna jasa tersebut berangsur pulih dan membaik. Pengguna KRL tersebut mengaku lemas dan pingsan karena belum makan sejak pagi hari," jelasnya.
PT KCI mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar tidak perlu ragu minta bantuan petugas di kereta maupun stasiun, serta bisa mengunjungi pos kesehatan yang berada di Stasiun, terutama bila kondisi tubuh dalam keadaan kerang sehat.
Sebelumnya, seorang pria ditemukan tergeletak di dalam KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin 6 Juli 2020 sekira pukul 19.40 WIB.
Pengguna KRL Commuterline, Warno mengatakan, dirinya menemukan orang yang tergeletak, saat masuk ke dalam gerbong.
"Pas saya masuk gerbong, ternyata ada yang tergeletak," kata Warno kepada Okezone, Senin (6/7/2020).
Namun, sambung Warno, penumpang KRL Commuterline enggan membantu pria tersebut lantaran takut karena masih mewabahnya Covid-19.
"Penumpang tidak ada yang berani membantu pria itu, karena mungkin takut Covid-19," tuturnya.
Kata Warno, pria yang belum diketahui identitasnya itu langsung dievakuasi menggunakan tandu oleh petugas stasiun.
"Ditandu oleh petugas stasiun yang tidak pakai APD, karena buru-buru kereta mau jalan lagi," pungkasnya.
(Awaludin)