Kilas Balik Kekejaman Dukun AS, Timba Ilmu Sakti dengan Membunuh 42 Wanita

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Jum'at 10 Juli 2020 14:22 WIB
ilustrasi/ist
Share :

JAKARTA - Ahmad Suaji alias Dukun AS alias Nasib Klewang menjalani eksekusi mati pada 10 Juli 2008 atau tepat 12 tahun lalu. Ia adalah dukun fenomenal yang melakukan pembunuhan terhadap 42 orang wanita dalam kurun waktu 1986-1997 demi menyempurnakan kesaktian "ilmunya".

Pria kelahiran 10 Januari 1949 itu biasa dipanggil dengan Kelewang karena sering mencuri lembu dan kemana pergi kemana-mana membawa kelewang saat kecil. Lantas teman-temannya pun memanggilnya dengan nama 'Nasib Kelewang'.

Sehari-hari ia bekerja sebagai petani, maklum dukun AS hanyalah lulusan SD namun memiliki tiga orang istri dan sembilan anak.

Sejak umur 12 tahun AS sudah tertarik mempelajari ilmu perdukunan. Ia belajar dari peninggalan almarhum sang ayah yang sudah wafat sejak ia berusia 7 bulan.

Awal mulanya dukun AS bermimpi didatangi almarhum sang ayah dan mendapatkan bisikan gaib akan diwarisi sebuah ilmu mahasakti.

Konon katanya ilmu tersebut sakti bisa digunakan untuk mengalahkan lawan sekaligus menolong dan mengobati orang. Namun ada syarat tertentu untuk mendapatkan ilmu itu, yakni dukun AS wajib menumbalkan 72 nyawa wanita dengan menghisap air liur mereka.

Ia pun sempat bingung apakah menjalankan syarat itu demi menolong orang lain. Dalam benaknya pun muncul kesimpulan tak ada yang salah mengorbankan sejumlah nyawa untuk kebaikan yang lebih besar.

Namun akhirnya dia pun dianggap masyarakat Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sebagai orang pintar atau dukun.

Waktu pun berjalan, pada 27 April tahun 1997 pihak Kepolisian menemukan mayat seorang wanita bernama Sri Kemala Dewi (21) di sebuah perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Setelah melakukan penyelidikan Polisi pun memastikan Sri dibunuh oleh AS. Pasalnya berdasarkan keterangan saksi bahaa Sri menghilang terlebih dahulu berbobat ke dukun AS.

Kemudian AS ditangkap ditangkap bersama seorang istrinya. Dari pengembangan ada 41 perempuan lain yang menjadi korban.

Tragisnya, jasad mereka ditemukan di perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang tak jauh dari rumah dukun AS. Diduga korban adalah pasien yang ingin datang berobat kepadanya.

Vonis Mati Dukun AS

Hingga akhirnya pada tanggal 27 April 1998, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Deli Serdang menjatuhkan vonis hukuman mati kepada AS.

Sambil menunggu dieksekusi hukuman mati, dukun AS ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta. Disitupun masih banyak yang meminta berobat kepadanya, baik dari sesama napi ataupun pegawai Lapas.

Sebelum dieksekusi mati pada 10 Juli 2008, Dukun AS mempunyai permintaan khusus. Ya dia sempat meminta untuk bertemu istrinya di tahanan.

Pada akhirnya kesaktian dukun AS alias Nasib Klewang hilang usai menjalani eksekusi mati yang dilakukan pasukan Brimob Polda Sumatera Utara di daerah Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, pada 10 Juli 2008 sekira pukul 21.58 WIB.

Sebelum pelaksanaan eksekusi, sekira pukul 20.45 WIB tadi, terdapat dua mobil yang diantaranya mengangkut AS keluar dari LP Tanjung Gusta, Medan, tempat dimana dia ditahan.

Setelah dieksekusi petugas telah memindahkan jenazah Ahmad Suaji dari lokasi hukuman mati dan ke RSU Deli Serdang untuk menjalani proses visum. Tahapan selanjutnya, jenazah itu akan dimandikan di sana.

Dukun AS dikebumikan di kediaman ibunya, Mbah Sartik (87) di Sei Semayang, Kabupaten, Deli Serdang. Sebelumnya, warga setempat menolak jenazah dikuburkan di sana dengan alasan dia telah melakukan pembunuhan terhadap 42 perawan di Sumatera Utara.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya