TANAH LAUT - Hujan yang berlangsung hampir 16 jam mengguyur Kota Pelaihari dan sekitarnya, Kalimantan Selatan membuat beberapa sungai kecil yang ada di dalam kota dan pinggiran Kota Pelaihari meluap. Ketinggian air di dalam rumah warga pada Sabtu (11/7/2020) siang ada yang mencapai dada orang dewasa atau sekitar 1 meter.
Genangan air di jalan raya terdapat di kawasan Karang Jawa, Kelurahan Angsau, Desa Atu-Atu, Kelurahan Pelaihari, sedangkan total rumah yang terendam 1.349 unit yang dihuni 1.535 kepala keluarga atau 5.112 jiwa. Banjir juga merendam beberapa tempat ibadah seperti langgar, vihara, gereja katolik.
Baca Juga: Banjir Rendam 8 Desa di Konawe Utara, Akses Jalan Terputus
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tala dan Polres Tala melakukan evakuasi beberapa warga yang rumahnya terkurung banjir, terutama para lansia dan anak-anak.
Sebuah jembatan di Bajingah, Kelurahan Sarang Halang ambrol, sedangkan ruas jalan di Desa Galam, Kecamatan Bajuin nyaris putus akibat diterjang banjir.